.

Jumat, 11 Desember 2009

portofolio @ studio perancangan arsitektur 2005 - 2009.

0 komentar

sebuah proses pemahaman dalam ilmu arsitektur, dengan proses yang cukup panjang
dari portofolio ini mewakili progress desain dan proses penciptaan karya arsitektur
yang saya rasakan dalam dunia perkuliahan,sebuah proses yang luar biasa... enjoy!!!



 

 

 

 

 

on progress!!!

0 komentar

Bandhoel gallery

0 komentar

Kamis, 10 Desember 2009

inspirited philosophy

0 komentar

 

Anthony Burrill's direct approach to visual communication takes a new turn in his latest show at Kemistry Gallery London. Moving away from traditional type-based printing, the graphic artist has expanded his repertoire to include industrial processes - laser-cut Perspex works - and digital prints. 


Picking a fitting title for the exhibition given his new direction - 'In a New Place' - Burrill has also chosen a new subject, namely the natural world in its many forms. Still geometric and bold as ever just with fewer words, the rainbows, thunderstorms, rain clouds and sunshine speak of a more systemised world - a new graphic identity for a landscape increasingly at the mercy of mankind and its footprints.
Together with the editioned digital prints, Burrill's large scale, one-off Perspex and mirrored works explore shapes and colours, experimenting with the laser-cut techniques and process of layering. Imposing, mesmerising and poetic, they have a kaleidoscopic quality and simplicity to them that belies their technical precision.




As with previous exhibitions, Burrill took the time to photograph the installation of his pieces specially for wallpaper.com


manusia yang penuh biduan'

0 komentar





sebuah kehilangan kita dalam satu perhatian
kita lahir dan besar selayaknya manusia yang mampu berbuah
merangkak dan berbaur dengan sesama adalah hukumnya
mampu berlari dan menari dalam ekspresi fana
terhempas kencang menuju hati dan kaidah lama

tapi apa yang terjadi?
kenapa kita selalu berbohong?
kenapa kita selalu dingin?
mengapa kita mencibir?
mengapa kita tega?

semua bertanya begitu dalam,ini bukan aku
semua ini hanya dosa yang terus berulang
dan kita terus terjatuh didalamnya
bagaimana dengan semua rencana kita
semuanya hilang.....

lihat dirimu sekarang?
berbuah baik atau berbuah fana
berpikir bijak atau berpikir sunyi
mampu menghargai atau mampu menunggangi
berarti atau menanti
sebut saja dengan keras!!!

mimpi malam ini adalah dosa kita
mimpi sesama yang telah kita nodai dalam asa
mari bangun kembali apa yang pernah hilang
biarkan semua kulit dosa ini terbuang
dan terpecah dalam keretakan yang gamblang

selamat tinggal hai malam!!!
aku akan pergi untuk mengulang..
dalam hubungan awan yang mengawang
untuk memeluk yang tertendang..

salam,

weg' M O V E M E N T !!!

0 komentar

PROLOG

Simposium sebuah pemahaman kita sebagai mahluk sosial yang dipilih dan terpilih adalah bagian dari wujud nilai harga dari kehidupan. Saat membuka sejenak benak kita akan proses perjalanan hidup yang begitu panjang, pernahkan kita melihat sejenak apa yang tertinggal di beberapa detik terakhir. Memang selalu terlupakan dan terluputkan oleh cerita baru. Sejarah adalah proses berkepanjangan kehidupan yang begitu menarik!@#$%^&*()  lihat tanah,lihat  air, dan lihat jiwa-jiwa yang pernah melewati proses kehidupan, ada kenangan dan ada jejak yang tertinggal dari biasan masa laluPerspektif apa?? Yang selama ini hilang, sejarah dan budaya adalah hal yang kita miliki, harta yang terkubur dalam dentum waktu. Lalu dimana kita?? Seperti apa kita sekarang??? Pernah bertanya dalam diri kita???

..“Tanpa masa lalu tidak ada hari ini.”. .
Jadi apakah kita benar-benar hidup???



 
 

WEG! Sekilas Tentang Kawasan Dago

0 komentar



Dago, tak dapat dipungkiri merupakan salah satu icon kota Bandung, sejarah panjang Dago merupakan bagian yang menarik dari keberadaan Bandung, dimulai dari jalan setapak yang digunakan petani sebagai jalan dari lembang, coblong ke pasar di kawasan pusat kota kala itu (abad 18an), para petani yang hendak menjual hasil pertanian dan perkebunan selalu pergi bersama-sama , karena alasan keamanan, konon pada masa itu jalan menuju pasar di kota Bandung masih dikuasai para penyamun atau perampok, sehingga para petani tersebut sering “silih dagoan” (bahasa sunda : saling menunggu) di suatu tempat di kawasan Dago saat itu. Perkembangan selanjutnya kawasan Dago berubah jadi kawasan villa, yang penataan ruangnya nyaris sempurna, arsitek bangunannya pun banyak dirancang oleh arsitek terkenal pada masanya. Karya kelompok arsitek Hindia Belanda NIAK (Nederland Indie Arsitecture Krink) antara lain, Mclaine Pont, Schoemaker bersaudara, Gheijsels, Albers, lalu kita mengenal Art Deco, Straightline Deco, Nautical Deco,Art Nouveau, dan jadilah kawasan Dago sebagai kawasan villa yang nyaman dan elite di Bandung pada saat itu. Perubahan demi perubahan terus terjadi di kawasan Dago, setiap dekade selalu membawa cerita yang menarik.

Prof.dr.Koestedjo SpB (94 tahun), seorang warga senior di Jl.Dago, beliau tinggal sejak tahun 50an di Jl.Dago, pada saat kesempatan di awal tahun 2009, beliau menceritakan “romantisme” masa-masa indah tinggal dikawasan tersebut.

“Kawasan Dago di tata dengan apik, sehingga merupakan daerah hunian paling nyaman di Bandung, jalannya lebar di kiri kanan tersebut dibuat trotoar yang ditumbuhi pohon damar sehingga membuat nyaman pejalan kaki, rumah-rumah tanpa pagar, halaman yang luas, jaln khusus untuk pengendara sepeda dan infrastruktur yang baik”. Kemudia beliau mengatakan, bangunan tempat tinggal sering disebut dengan Open Westersebouw (ruang terbuka mencapai 70% dari lahan tersedia). Pada akhir pembicaraan beliau katakan dengan berbinar “indah san sangat nyaman”. “Sekarang tetangga-tetangga saya adalah factory outlet, bank, restoran, rumah-rumah yang tersisa pun kini berpagar tinggi” (tercatat tiada kurang dari 18 factory outlet dan sejenisnya, 13 bank, 9 hotel, lebih dari 10 kafe/restoran, 3 perusahaan asuransi, lebih dari 10 kegiatan usaha lainnya seperti toko swalayan, mall, money changer, broker valas sampai dengan lembaga pendidikan), kemacetan menjadi santapan setiap hari, sangat tidak nyaman untuk pemukiman, sudah lebih dari 50 tahun Prof.dr.Koestedjo tinggal di jalan Dago, beliau mengatakan “saya ingin menghabiskan sisa usia saya tetap menjadi warga Dago”.

Cerita tentang jalan Dago seakan tak lekang oleh waktu, dari generasi ke generasi selalu punya cerita tentang jalan ini, tulisan ini coba memotret situasi Dago saat ini dengan segala problematikanya.

Sejak berdirinya tahun 1898, sampai kota Bandung mendapat status Gemeente (kota madya) pada tahun 1906 mulailah Bandung membangun layaknya sebagai sebuah kota besar, pembangunan jalur jalan dalam kota bertambah dan dikembangkan, fasilitas umum terus berkembang, gedung-gedung pertokoan , pemerintah, pendidikan, lembaga-lembaga sosial terus dibangun era awal 20an sampai 1940-an, tentunya dengan arsitektur yang khas, (sebagai contoh : RS. Borromeus di bangun tahun 1921, ITB tahun 1920) kemudian Bandung mendapat predikat Laboratorium Arsitektur (Her Suganda, Kompas), Bandung masuk urutan ke 9 Cities of Art Deco in the World. Berkembangnya Bandung sebagai sebuah kota besar didukng okeh pemasangan rel kereta api pada tahun 1884 yang menghubungkan Batavia dan bandung. Semakin banyaknya kegiatan pemerintah Hindia Belanda di Bandung telah melahirkan kawasan pemukiman elite atau sering disebut dengan kawasan villa di DagoStraat atau jalan Dago. Sejak tahun 1970 diganti namanya menjadi Jl.Ir.H.Juanda, selain itu dikenal juga kawasan sayap Dago yang kini juga mulai berubah fungsi menjadi pusat perniagaan.


Jaringan jalan dalam kawasan ini (sayap Dago) antara lain :


Jalan Ir.H.Juanda (Dagostraat)


Jalan Raden Patah (Pahud de mortagneslaan)


Jalan Sumur Bandung (Van Hoytemaweg)


Jalan Teuku Umar (Zorgvlietklaan)


Jalan Taman Sari (Huysgenweg)


Jalna kiai Luhur (Van Ostadelaan)


Jalan Pager Gunung (Jan Steenlaan)


Jalan Surya Kencana (Borromeuslaan)


Jalan Imam Bonjol (Peltzerlaan)


Jalan Ganesha (huygensweg)


Jalan Tirtayasa (Frisiastrat)


Jalan Sultan Agung (Heetjanweg)


Dan jalan-jalan lainnya.

Tipe bangunan yang selalu ada dengan karakteristik villa yang mengacu pada arsitektur modernisme Eropa tahun 1920 dan 1930an, kemudian seiring dengan perkembangan jaman, kawasan ini beubah pesat menjadi kawasan niaga seperti yang kita lihat saat ini, dan tentunya membawa dampak pada bangunan-bangunan bernilai arsitektur tinggi (versi Bandung Heritage), dampaknya adalah bangunan itu harus beralih fungsi, dan yang memprihatinkan adalah hilangnya bangunan-bangunan yang merupakan heritage kota Bandung. Kini kita tidak dapat bicara lagi Building Coverage Ratio 70 : 30 (70% lahan terbuka) seperti pada jaman kolonial dahulu, lihatlah lahan yang dijadikan tempat parkir factory outlet, atau yang luar biasa lihatlah POM bensin milik Petronas di Jl. Dago.

Dago dapat diidentifikasikan dengan pusat anak muda mengaktualisasikan dan mengekspresikan dirinya baik secara perorangan ataupun komunitas (kelompok), mengapa harus di Dago? Apakah memang warga Bandung tidak mempunyai ruang publik selain Dago? Atau Dago telah menjadi bagian dari tren gaya hidup anak muda Bandung.

Pada tahun 1950 sampai dengan 1970an kawasan Dago masih merupakan kawasan pemukiman elite dan berkelas selain itu suasana asri dan nyaman. Pada era tahun 1970 sampai 1980an dago mulai menjadi tempat anak muda berkumpul. Jalan yang lurus (panjang jalan Dago sekitar 2,5 km) sering dijadikan arena balapan motor dan mobil, atau menjadi jalan wajib konvoi klub kendaraan bermotor pada saat itu, biasanya keramaian saat itu hanya terjadi pada sabtu malam, hari biasa tidak terjadi kemacetan di jalan Dago seperti sekarang ini.

Pada era 1990an sampai dengan sekarang telah terjadi perubahan besar dikawasan Dago, yang merupakan bagian dari permasalahan Pemkot Bandung. Salah satu permasalahan adalah berkembangnya penyalahgunaan fungsi dari bangunan yang ada akhirnya berdampak pada pelestarian bangunan konservasi yang berada di kota Bandung terutama sepanjang jalan Dago. Kemacetan yang luar biasa pada saat long weekend , carut marutnya billboard, tidak berfungsinya infrastruktur karena pelanggaran tata ruang kawasan dago. Maraknya tren factory outlet secara perlahan tapi pasti membuat kawasan Dago menjadi sasaran para investor untuk mendirikan factory outlet, distro, restoran, hotel, bank, POM bensin dengan mengabaikan aturan rencana tata ruang kota serta ada pula beberapa bangunan yang terdaftar dalam kategori bangunan cagar budaya yang dikorbankan hanya untuk kepentingan komersial semata (contoh : bangunan jalan Dago nomor 118, tepat dipertigaan jalan Teuku Umar merupakan bangunan bergaya Art deco dengan arsiteknya Prof.Ir.C.P Wolff Schoemaker, masuk dalam list yang dilindungi versi Bandung Heritage).

Setiap malam minggu pada saat ini kawasan Dago masih menjadi destinasi anak muda selain untuk menunjukkan eksistensinya juga menghadirkan kegiatan-kegiatan kreatif yang meramaikan kawasan Dago menjadi sebuah bagian gaya hidup anak muda Bandung, seperti pertunjukkan musik yang meriah dibeberapa titik kawasan Dago, komunitas-komunitas motor (klub motor) memarkir motornya dengan rapih sehingga nampak estetis, komunitas under ground dengan aksesorisnya yang unik tampak berkumpul di sekitar taman Fleksi dan sudut-sudut toko Circle K, terlepas dari pandangan negatif dari sebagian wakga kota terhadap mereka. Bahwa mereka juga adalah warga bandung dan mempunyai hak mengisi ruang-ruang di kawasan Dago.

Di sekitar taman cikapayang, komunitas BMX dan komunitas Skate Boarder berkumpul sambil sesekali menunjukkan aksinya, ada pula mahasiswa-mahasiswa (nampaknya dari kalangan berkecukupan dan mapan) yang ngamen bergerombol asal jadi dan asal bunyi meminta bayaran pada pengendara mobil yang terjebak macet (kreatif kah?), dan ini menggeser para pengamen jalanan yang benar-benar mencari uang untuk makan. Radio bus station menyiarkan keadaan jalan Dago sehingga mengundang emosi rasa penasaran anak muda untuk sekedar melintasi kawasan Dago yang macet. Sementara parkiran factory outlet penuh dengan mobil dengan plat nomor B, seakan tak puas-puasnya berbelanja baju setiap minggu.

Daya tarik kawasan Dago memang tidak pernah luntur, hal ini dibuktikan dengan diadakannya tiga tahun berturut-turut Festival Dago yang menjadi lautan manusia dikawasan Dago, dan kawasan Dago diusulkan menjadi titik kreatifitas kaula muda Bandung.

Perjalanan sejarah Dago belum berakhir entah sampai kapan, popularitas Dago seakan menjadi magnet bagi banyak orang untuk tetap datang dan kembali ke Dago. Perkembangan bisnis di Dago cenderung tidak terkendali, 80% lahan hunian kawasan ini telah mengalami perubahan peruntukan dari hunian ke komersial.

Perubahan ini pada akhirnya berdampak luas pada hunian ke komersial. Perubahaan ini pada akhirnya berdampak luas pada kawasan Dago itu pada keseluruhan, selain hilangnya lahan terbuka hijau, rawannya pembongkaran bangunan-bangunan heritage, kegiatan ekonomi yang terjadi dikawasan Dago ternyata tidak didukung oleh infrastruktur yang memadai (contoh : kemacetan). Saat musim hujan saluran-saluran drainase di kawasan Dago tidak mampu lagi menampung limpahan air sehingga jalan Dago berubah menjadi sungai. Kawasan Dago yang selama ini dibanggakan sebagai icon Bandung yang cantik dan nyaman berubah menjadi kawasan Dago dimata anak-anak muda tetap menjadi tempat yang tepat untuk berekreasi, beraktifitas, dan mengaktualisasikan diri.

Banyak pemerhati kota (perorangan, LSM, Institusi Pendidikan) yang terus mendesak pemerintah kota Bandung agar melakukan pembenahan kawasan Dago dengan menegakkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dago masih menjadi magnet walaupun pengelolaannya carut marut, apalagi jika di tata dengan lebih baik.

weg

(Komunitas WEG adalah komunitas pemerhati kota yang terbentuk atas prakasa beberapa mahasiswa teknik arsitektur ITENAS, dan mempunyai anggota yang berasal dari berbagai multi disiplin seperti teknik industri, ekonomi, dll. Komunitas ini mencoba untuk mengkaji permasalahan kota melalui diskusi-diskusi lintas ilmu pengetahuan).

Informasi lebih lanjut silahkan mengakses http://komunitasweg.wordpress.com.


10 TIP DALAM KESELAMATAN GEMPA BUMI

0 komentar



Oleh Doug Copp
Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI)


PENGALAMAN
Saya telah merangkak di bawah 875 reruntuhan bangunan, bekerja sama dengan tim penyelamat dari 60 negara, dan mendirikan tim penyelamat di beberapa negara serta salah satu dari ahli PBB untuk Mitigasi Bencana selama 2 tahun.

Saya telah bekerja di seluruh bencana besar di dunia sejak tahun 1985.

Pada tahun 1996 kami membuat film yang membuktikan keakuratan metode bertahan hidup yang saya buat.

PERCOBAAN
Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka "menunduk dan berlindung" dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup "segitiga kehidupan".
Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya. Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya "segitiga kehidupan" bertahan hidup 100%.
Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.

FAKTA
Bangunan pertama yang saya masuki adalah sebuah sekolah di Mexico City pada gempa bumi tahun 1985.
Semua anak berlindung di bawah meja masing-masing.
Semua anak remuk sampai ke tulang mereka. Mereka mungkin dapat selamat jika berbaring di samping meja masing-masing di lorong.
Pada saat itu, murid-murid diajarkan untuk berlindung di bawah sesuatu.

TEORI SEGITIGA KEHIDUPAN
Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit akan runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
Ruangan kosong ini lah yang saya sebut "segitiga kehidupan".
Semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk.
Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.

AMATI
Suatu saat anda melihat bangunan runtuh di televisi, hitunglah "segitiga kehidupan" yang anda temui.
Segitiga ini ada di mana-mana dan merupakan bentuk yang umum.

10 TIP DALAM KESELAMATAN GEMPA BUMI

1. Hampir semua orang yang hanya "menunduk dan berlindung" pada saat bangunan runtuh meninggal karena tertimpa runtuhan.
Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.

2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus anda lakukan pada saat gempa.
Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Anda dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit.
Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya

3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk.
Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping.
Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.

4. Jika anda berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, bergulinglah ke samping tempat tidur.
Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur.
Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.

5. Jika terjadi gempa dan anda tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.

6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal.
Mengapa?
Jika anda berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang anda akan tertimpa langit-langit di atasnya.
Jika pintu tersebut rubuh ke samping, anda akan tertimpa dan terbelah dua olehnya.
Dalam kedua kasus tersebut, andatidak akan selamat!

7. Jangan pernah lari melalui tangga.
Tangga memiliki "momen frekuensi" yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama).
Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut.
Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya.
Bahkan jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri.Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.

8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan.
Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya.
Semakin jauh anda dari bagian luar bangunan akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri anda tertutup.

9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan;
ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz.
Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka & meninggal. Mereka mungkin dapat selamat dengan keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka.
Semua kendaraan yang hancur memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.

10. Saya menemukan, pada saat saya merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat.
Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

Here's the video of the simulation :

Triangle of Life Disaster Preparedness Training from SafetyInstruction.com

Triangle Of Life Short Preview

layout @ Tugas akhir

0 komentar

3d montage project @ TUgas akhir.

0 komentar















project 1#. house @ cigadung

0 komentar

Sebuah proyek rumah tinggal modern yang  cukup  
mengeksplorasi bukaan cahaya untuk dalam bangunan.
 





 



 
 

INFORMATION CENTER @ ITENAS UNIVERSITY,Bandung.

0 komentar




"Art and cultural appreciation space"

0 komentar

sketsa suasana


*konsep fasade

siteplan concept "KAMPUNG SENI DAN BUDAYA KOTA BANDUNG"

0 komentar



cluster project.

0 komentar