.

Kamis, 23 Desember 2010

- sliCespace -

0 komentar


(RUANG)
DALAM 
SETIAP 
POTONGAN.
...

istilah (ruang) kita bendaharakan sebagai batas aktifitas dalam persingahan setiap satu aktifitas . (ruang) kita dalami sebgai hal yang sangat erat dalam pergerakan kemanapun kita mau. dan (ruang) kita implentasikan sebagai perputaran yang kita lakukan dalam keseharian. dan maaf, (ruang) itupun memiliki rasa.

berbicara tentang alasan kenapa (ruang) bisa terpotong-potong atau hilang, karena pada dasarnya (ruang) mampu membuat kita tersenyum,terdiam, atau bahkan memberikan moment dalam 1 detik. yah itu menurutku = (ruang)

rongga dalam nafas setiap bangunan membawa perputaran udara segar dalam (ruang), bukan karena bau makanan di dapur, atau bukan juga karena bau sepatu ayah yang baru pulang dari kantor sore hari, tapi pada dasarnya (ruang) pun bernafas!

setiap sisa sisa perjalanan ruang menunjukkan bagaimana (ruang) mampu selaras dengan semua keinginan kita, semua fanatisme kita, hingga rasa kehilangan kita. biarkan (ruang) dan kita bisa bernafas dan saling mengikat dalam setiap potongannya!

jadi ...  nikmati saja jika (ruang) memiliki nafas dan rasa... tanpa koma! 
-ego-


regards,
ge

Minggu, 19 Desember 2010

- frame V idea house -

0 komentar




Hello sore... dan menguap cukup berat.. ;( fiuhk kalo ingat sore itu buntu benar untuk mencerna ide. dasar lelaki perah! hahahahah,, memberanikan diri untuk membuka sachet kopi kelas anak  kostan dalam genggaman,, tapi saya benar2 buntu tak terdengung sedikit aliran encer di otak! wew! sambil ngupi-nguoi sore bersama uum yuoi yg sedang semangat dgn 3d pesanan dr tanah jawa.. aq nencoret-coret 3d ini bak kopi hangat yg sedang mengembara di pangkal lidah... otak mendadak goyang dikit, setelah mendapat suntikan dana dari merk teryahud abad eneeee...hak...hak...hak...hak...

otrat-otret , tarik sini, tarik sana.. penuh dgn tidak keyakinan. sopo meneh iki! yg mau tinggal di rumah kaya gini... tapi kata lidah yg lagi ngulum2 ampas kopi  merk teryahud abad eneeee membuat sok2an beraksi! merk teryahud abad eneeee,. kadang iseng2x kata mbah2x itu berbuah ekspresionis.. y uda lanjut kata eik! walau hanya sekedar keisengan ajee.... mumpung ada title ST cong! hak...hak...hak...hak...hak... ;) ok mendadak semakin dalam berpikir dengan keisengan ini! MAU DI BAWA KEMANA HUBUNGAN GARIS INI! :D ..mulai deh muka bega, dgn celingak-celinguk sok2an nyari buku2x rekomendasi ala chef ST... aje gile! peduli amat.. peradaban milik gw! dalam hati sok2 yakin lagi hahhaha... mau pake bahan beton ahhhh... lalu mau pake kaca ahhhh... tapi kalo di standar-in gak keci' cuuy! mau di bilang apa yg penting gaya! hahahahah.. sluuuuuuuuuuuurppph!!!  memang sotoy membawa nikmat! ;D here's the only idea ;)




regards.
ge



Sabtu, 11 Desember 2010

bike for healthy WIFE !

0 komentar



badan segar melawan potensi diabetes + jantung koroner... 
yuk ah! sempetin 1 minggu 1x + makan buah 2hr sekali + 
minum air putih tiap pagi hr 3gelas + minum susu siang + 
minum teh tawar sore + tidur minimal 7jam! :D

Rabu, 08 Desember 2010

- polip House -

0 komentar


 .. Bangunan ini hidup di era 80an dengan wajah bangunan art deco sederhana dengan bentuk-bentuk dasar dalam baluran garis dan kotak. Fungsi sebelumnya variatif sesuai dengan hobby para owner yg mengontraknya. Entahlah, di otak saya saat melihat bangunan ini hanya kosong dan tak bernafas -- sama dengan semua bangunan tua yg ada di Bandung dan tak terpelihara :( padahal mimpi ada yg mau ngasih rumah seperti ini ke saya heheeh.. ngarep!) . jln. sunda tergolong panas nan kering saat itu, y biasalah pemerintah selalu mengadakan izin2 dadakan bagi tukang gali untuk ngebongkar pedestrian agar bisa nanem saluran listrik, benerin saluran air, hingga pasang signage, dan seperti biasanya lagi para kontraktor yg ganteng2 ini selalu bisa mengakali pedestrian agar kelihatan ciamik lagi!! (yg ada ancur, pola bata pedestrian yg ilang 2 - 3 biji di bawa pulang ama tukang kali hahahha.. y gt lah pekerjaan borongan tapi suka-suka eik :( sedih y..)




siang itu pukul 12.00 wib cukup terik + perempatan yg hidup 24 jam, efek polutan menyebar bak' bibit serbuk laler'(lalat jo) yg nemplak nemplok di mana-mana.. sulit rasanya memiliki oksigen yg sehat dan berkualitas, huiks! mau jadi apa penghuni yg tinggal disini.. udalah pada cuek2xan + elo-elo gue-gue hahhaha... ide desain ini sebenarnya sok - sokan aja biar go greenpeak (skipword hahaha..) 

 nah lho? FROM WHERE WE START??? kulaitas oksigen, lumut , dan kelembapan air adalah bayangan saya yg muncul untuk melawan arogansi site yang sok asik ini.  Jika kita mampu melihat lumut di rumah kita berarti kualitas Oksigen di sekitar kita cukup baik, higga menyebabkan kelembapan air menepel pada bangunan, lalu komunitas hijau pun nonggol...  y paling tidak lumut menghasilkan 0,005% oksigen untuk sekitar kita, nah kalo kita tambah lagi dengan tanaman cabe, kacang2an, tumbuhan merambat-rambat kebawah (jenggot wanna be!) + bunga2x kece' dan keci' gt kan malah jadi gede persentase oksigennya... aha?apalagi yang ada di otak gw hahah.. sikat bleh! :D

rangkanya dari plat siku L yg bekas aj, dan seadanya beli di pasar maling atau di pasar gelap di pelabuhan, trus kita sambung-sambung hahahha :) ide liarnya itu, tapi juga ujung2nya kalo gak ada duit kita beli bambu aja yuuuk :D hahhah .. y gt deh kalo berhadapan ama klien yg terbata2 untuk share profit.. Hmm.. tatakan untuk potnya gimana kalo kita pake seng/genteng bekas disusun dan direpetisi hingga ujung atap.. lama2 kata orang2 pinter AW WINDOW FARMING KW - 2 hahahha.. waelah! yg penting kualitas oksigen rumah uda ngebantu si lumut tadi yg telah berjuang cukup hedon seharian penuh! :D.. untuk nyiramnya tinggal nyalain keran,..

inpeksi utilitas airnya, kita bikin pipa air 1 inchi yg mengitari setiap rangka di tiap ringkatannya + saat melewati pot tanaman kita bolongan segede lubang paku, jadi air ngucur kaya air mancur kecil dari atas hingga bawah, ya kaya hujan buatan imut2 gt deh.... jadi semua kebagian kan air buatannya, y kalo huja nkita buat saluran dadakan di bawah pot dan kita alirin ke saringan baru ke sumur resapan di samping rumah.. Hmmm idenya semakin sok asik! tapi itulah " liar belum tentu gak mungkin .. toh?? hahahha :D "

ilmu lumut beraksi!
gretaaaa...!

regards,
ge.



Kamis, 02 Desember 2010

- waVing house -

0 komentar













l o a d i n g . . .UNDERCONSTRUCTION.


Team desain.
 mas yu sing 
  +bung eric tan
  +bung gilbert yv

 Team penggembira :D
  +bung rahmat
  +bung alfa
  +bung ody

@april - desember 2010.

MY PERSPEKTIF.
pengalaman pertama bersama di tim kantor Genesis, ini adalah desain pertama yang akan terbangun .. desain awal ini sudah terdesain oleh mas yu dan bung eric, tapi krn kondisi kepindahan bung eric ke bali maka desain ini dipindah tugaskan hehehe... :D tantangan baru kata saya! awal melihat desain yang sudah tersikapi seperti ini pasti akan menjadi bahan baru untuk dipelajari... bentuk denah yang cukup berani kata saya dalam hati :))

refleksi denah yang diimbangi bentuk dekontruksi dengan pengolahan struktur yang sederhana. WAW! saya masih pensaran bagaimana dalam meyakinkan klien... :??? patut di saluti desain ini termauk desain karya "RUMAH MURAH" yang di tanamkan mas yu terhadap kami si arsitek2 unyil ini... banyak hal yg saya pribadi saya pelajari secara langsung saat menuangkan semua ide nakal di sisi detail dan beberapa uji penyalutan angin dan udara alami dalam ruang... mungkin di gambar di atas tidak tergambarkan, tapi uji ini mungkin pertama kali buat desain rumah murah -- target memperthankan fasade sesederhana ini untuk tidak rimbil (ribet dgn olah fasade yg heboh atau gmn gt kata orang vinter2x hehehe..) 1 jenis material mewakili semua sikap yang diinginkan.. mungkin secara deskripsi saya melihar desain ini sesuai penglihatan desain matangnya saja, tidak di awal proses diskusi bersama klien.

apa sebutan yg tepat yap! fasade depan-- sekaligus dinding depan -- sekaligus sekat ruang -- sekaligus interior ruang = 1 atap gelombang besar fiber semen! bukankah ini sebuah penghematan besar, awalnya saya tidak begitus sadar, hanya rutinitas membuka cad , open file, eksplorasi bentuk hingga menhancurkan material hahahha agar lucu.. (bahasa mabok..) setelah dilhat lebih dalam lagi :D saya tau esensinya.. bukan karena ingin menutup diri atau semassive materialnnya tapi karena ingin memaksimalkan ruang dalam dana :)) senyum saja saya saat itu...  modul yg tetap sama di 4 m tapi bentuk yg berbeda2 disetiap polanya.. Hmmm..."itulah arsitektur rumit di awal demi kesederhanaan di akhirnya"

tidak menggunakan pagar -- berbagi ruang -- dan sesederhana itu :D
mudah2an 3 bulan ini serpong tidak turun hujan terlalu lebat.. amien :))

regards,
ge

Sabtu, 27 November 2010

citumang . pangandaran :D

0 komentar

what a journey :)

Obyek wisata alam Citumang merupakan obyek wisata yang memiliki daya tarik khusus, yaitu sungai Citumang yang mengalir membelah hutan jati dengan airnya yang bening kebiruan. Tepian sungai yang terdiri dari ornamen batu-batu padas dengan relung dalam dihiasi relief alam dan aliran sungai yang menembus ke dalam goa. Keheningan alam akan Anda jumpai disini. Musik alami berupa gemercik air sungai, bisikan angin sepoi yang menyelinap di antara pepohonan dan suara satwahutan yang tak pernah sepi. Obyek wisata ini terletak di Desa Bojong Kecamatan Parigi Ciamis, berjarang lebihJalan menuju lokasi kurang 15 km dari Pangandaran ke arah barat. Atau sekitar 4 km dari jalan raya Pangandaran - Cijulang. Jarak seluruhnya dari kota Ciamis sekitar 95 km.

CitumangDapat dicapai dengan kendaraan umum jurusan Cijulang, dilanjutkan dengan kendaraan ojeg, disambung dengan jalan kaki menelusuri tepi sungai dan kebun pendudukan sepanjang 500 meter.

Sisi lain CitumangSetelah melewati pintu masuk, kurang lebih 300 meter perjalanan yang harus Anda tempuh menuju titik tujuan. Sambil berjalan menuruh lokasi, perlu Anda ketahui bahwa nama Citumang berasal dari legenda tentang seekor buaya buntung, Si Tumang. Begitu kuatnya kepercayaan penduduk akan kehadirna buaya buntung tersebut sehingga sampai sekarang meninggalkan nama yang melekat kuat menjadi nama sungai. Versi lain kisah Citumang, berasal dari Cai (Bhs. Sunda = air) yang numpang (cai numpang) yang berkaitan dengan adalah air sungai yang mengalir di bawah tanah. Kata cai numpang ini seiringAir yang bening menanti Andaperjalanan waktu lama-lama berubah menjadi Citumang.

Ketika Anda jumpai sungai yang rimbun dengan pohon di tiap sisinya, lanjutkan perjalanan Anda agak ke hulu, karena di sanalah bening dan sejuknya air dapat segera Anda nikmati.Tibalah kita di tempat tujuan. Aliran air yang mengalir menanti Anda untuk segera turun menikmati bening dan sejuknya air.

Pada kedalaman tertentu Anda dapat menikmatinya dengan mandi dan berenang. Lima ratus meter dari lokasi pamandian ke arah hulu, dijumpai pesona alam berupa aliran sungai Citumang yang masuk ke dalam perut bumi dan keluar lagi di arah hilir. Aliran sungai yang masuk ke dalam goa ini diberi nama Goa Taringgul yang kemudian diberikan nama baru sebagai Sanghyang Tikoro (Batara Tenggorokan).

Menikmati Citumang, tidak sekedar mandi dan berenang seperti yang selama ini banyak dilakukan wisatawan asing, tapi dapat AndaAir keluar dari Sanghyang Tikorolakukan kegiatan lainnya seperti: menikmati suasana sepanjang sungai, petualangan ke dalam goa dan menikmati privacy di tengah alam yang asli, sejuk dan eksotis




 








 






jelajah pangandaran
november
2010


Newsletter from zimbabwe :p

0 komentar


 image: the new basket workshop


basket case is the name of a recent exhibition held at the national gallery of zimbabwe in harare and curated
by zimbabwe born designer heath nash. the exhibit featured basketry work from various local craft groups
assembled together by the not-for-profit organization the new basket workshop. the new basket workshop
provides design and product assistance to basket producers in southern africa. the craft groups exhibiting
in basket case were the binga craft centre, bulawayo home industries, lupane women’s centre and the zienzele
foundation. heath nash’s designs were among those works displayed, his lighting designs were produced
in collaboration with local craftspeople. despite the importance of craft in zimbabwe, this was the first craft
focused show held at the national gallery in almost 30 years. besides exhibiting works from the artists,
the show also demonstrated how design can improve the lives of rural basket workers.

http://www.thenewbasketworkshop.org.za
http://heathnash.com
 














Jumat, 26 November 2010

0 komentar

Sumpah Pemuda Murahan

Jorgo Chatzimarkakis itu orang Jerman keturunan Yunani. Hidupnya boleh dibilang sukses apabila kesuksesan di hitung dari gelar akademisi. Sebab lepas dari sekolah menengah, ia melanjutkan ke perguruan tinggi. Pertama ke jurusan ilmu perternakan di Bonn. Lalu setelahnya ambil ilmu politik di Oxford Inggris dan kembali jadi PhD politik di Universitas Bonn Jerman.

Di sebuah cafe di dekat Bundesstadt tempat-informasi-turis kota Bonn, Jan mencolek bahu saya sambil berkata, “Yang baru masuk. Itu Jorgo. Terkenal dia. Minggu lalu ada di acara tivi Politik Masuk Desa”
“Politik Masuk Desa? Apaan tuh”

“Politisi kan kebanyakan omong kosong. Maka ada acara tivi, namanya politik masuk desa. Politisi yang katanya pro rakyat diambil dari gedung dewan tempat mereka ngepos, trus disuruh tinggal di kampung. Terutama di rumah tempat orang yang katanya di bela oleh program parpolnya. Dia disuruh tinggal di rumah tukang bikin roti yang anaknya lima. Selama sebulan seluruh hidupnya dimonitor kamera”
Saya bengong, “Trus tukang rotinya kemana?”

“Ada di hotel. Ngeliatin kamera itu. Nanti setelah sebulan, kerjaan Jorgo di rumah itu diedit dan ditayangkan di tivi nasional”
“Loh jadi Jorgo ama istrinya si tukang roti? Wah ngapain aja yaah…”
“Tidak ada hubungan intim. Selain itu Jorgo harus normal menggantikan fungsi si tukang roti. Ia bangun pagi pukul dua, lalu bakar roti setiap pagi. Jam lima, berkeliling dengan truk mengantar roti segar ke toko-toko roti. Pulang jam sepuluh. Beli makanan di pasar untuk keluarganya. Siang ambil anak dari sekolah. Sore bantu istri nyuci dan masak. Malam hari mendongeng untuk anak-anak si tukang roti. Baru setelah itu dia tidur”
Saya bengong, “Wow, sebulan penuh? Tapi kenapa sebulan penuh?”

Jan menatap saya heran, “Gaji tukang bakar roti kan sebulan sekali? Mau makan apa keluarga si tukang roti kalau si Jorgo tidak kerja sebulan penuh?”
Saya termangu. Berpikir betapa dahsyatnya hidup si tukang roti. Minus beberapa tunjangan pemerintah untuk anak dan mahalnya asuransi yang harus dibayar oleh warga Jerman, kehidupan si tukang roti Jerman sebenarnya tidak jauh beda dengan tetangga saya yang dagang ikan asin di Cilincing, desa pesisir utara Jakarta sana. Penuh kerja keras dan perjuangan. Bedanya, tetangga saya tidak digaji bulanan.

Tanpa saya tanya lebih lanjut Jan menambahkan, “Jorgo itu selalu bicara berbusa-busa tentang ekonomi politik buruh kecil di Brussel sana, tapi coba lihat hidupnya, dia itu intelektual menara gading. Sebulan itu nggak cukup untuk merasakan susahnya hidup buruh kecil”

Saya garuk-garuk kepala, “Kamu sentimen amat ama Jorgo. Syukur kan dia sebulan hidup di sana. Walopun mungkin dia ikut untuk meningkatkan ratingnya pada publik, tapi minimal kan dia ngerasain susahnya ngeburuh selama sebulan. Belum lagi keluarga si tukang roti yang rindu ayah dan suaminya. Kan mereka berjuang juga untuk nerima Jorgo lalu jadi kelinci percobaan stasiun tivi dan atas nama demokratisasi politik”.

Jan diam. Menyeruput kopi lalu mengambil roti lilit kecil berwarna coklat yang diatasnya ditaburi semacam biji-bijian (katanya bernama Mohnzöpfchen). Karena ia diam, saya bilang, “Jan, di negara saya beberapa politisi datang dari manusia yang amat membumi. Namun sayang sekali banyak yang sering lupa dimana ia menginjak lagi ketika sudah masuk dunia politik. Andaikata surga itu ada, namanya pasti bukan panggung politik Indonesia”.

Jan diam. Mungkin ia setuju. Mungkin juga tidak. Atau bisa jadi tidak peduli. Buat saya tidak masalah. Saya tidak begitu ambil pusing. Dia toh bukan orang Indonesia dan merasa tidak memiliki keterlibatan apa-apa dengan negeri nusantara tersebut. Kecintaannya pada Indonesia hanyalah pada kerupuk udang Cirebon yang saya kenalkan ketika kami sama-sama bermain musik. Namun diamnya itu, mengingatkan saya kembali kepadanya di pagi hari tanggal 28 di bulan Oktober.

Hari itu sumpah pemuda di Indonesia. Sebagaimana lazimnya hari-hari aktual khusus, banyak manusia yang tiba-tiba merasa paling jago bicara soal pemuda.
Dulu waktu tinggal di Cilincing Jakarta, Lurah saya tiap sumpah pemuda selalu datang ke Karang Taruna. Tempat kumpul teman-teman saya. Tiap tahun. Tiap sumpah pemuda. Dan ajaibnya selalu setiap kali datang, mengeluh. Macam-macam keluhannya. Mulai dari anak muda jaman sekarang lesu-lesu lah. Anak muda saat ini nggak punya inovasi. Anak muda saat ini tidak optimal, padahal sudah dikasih tempat karang taruna. Habis ceramah, dia bagi-bagi minuman soda, kue dan rokok. Lalu di akhir acara pergi begitu saja. Meninggalkan kami yang duduk di kursi plastik putih murahan sambil makan biskuit murahan.

Kami diam ketika ia ceramah. Kami tidak begitu peduli. Mungkin kami memang tipikal pemuda murahan yang ia sebutkan. Kami tidak berani bersumpah sebagaimana mbah moyang kami. Kami tidak berani mengeluarkan suara membantah ketika mulutnya berbusa-busa ceramah. Kami hanya menurut. Melongo. Tidak bergeming sedikitpun. Semuanya dilakukan hanya demi mengharap ia bagi-bagi makanan murahan dan rokok. Semuanya demi perut.

Kami memang pemuda murahan. Andai kata kami bersumpah, maka yang keluar adalah sumpah pemuda murahan.
Kami pemuda murahan, yang diminta berprestasi jadi jagoan sepakbola dunia sementara sekolah bola yang baik hanya ada dalam mimpi dan kalaupun ada hanya buat orang kaya.

Kami, pemuda murahan. Yang beranggapan taik kucing lah ketika harus menaati orang yang lebih tua dan negara sambil ditakut-takuti harus menanggung dosa puluhan tahun bertubi-tubi tanpa jeda .
Kami pemuda murahan, yang harus menurut seperti kambing congek ketika kampung kami memiliki lapangan luas maka dengan serta cepat disulap jadi mall atau pabrik. Jangan protes, kata mereka. Ini kan demi pembangunan, membuka lapangan kerja. Lapangan kerja apa? Toh kami tetap menganggur. Kami terpaksa jadi tentara rendahan bukan karena cinta negeri ini, tapi cuma mereka yang bisa memberi pekerjaan buat preman lulusan SMA macam kami.

Kami pemuda murahan. Andaikata ada bahasa yang keluar dari mulut kami yaa bahasa murahan. “Ngentot, siapa yang nyolong ember mandi gua?” atau “Anjing, masa kerja seharian cuman bisa buat makan sekali?”.
Waktu itu, setiap Lurah habis ceramah sumpah pemuda, entah kenapa saya selalu merasa bagian dari anak muda murahan. Yang lebih baik diam.
Mirip anjing penjaga disuruh apa saja yang penting bisa makan.


Kami… Pemuda murahan.

Jumat, 12 November 2010

L’Eternité

0 komentar




L’Eternité Elle est retrouvée. Quoi? – L’Eternité. C’est la mer allée Avec le soleil. Ame sentinelle, Murmurons l’aveu De la nuit si nulle Et du jour en feu. Des humains suffrages, Des communs élans Là tu te dégages Et voles selon. Puisque de vous seules, Braises de satin, Le Devoir s’exhale Sans qu’on dise : enfin. Là pas d’espérance, Le supplice est sûr. Elle est retrouvée. Quoi ? – L’Eternité. C’est la mer allée Avec le soleil. 

* Keabadian Ditemukannya kembali Apa ? Keabadian Adalah pasang surut lautan Bersama matahari. Jiwa penjaga, Bisikan pengakuan Malam sunyi sepi Hingar bingar siang hari. Dari hasrat kemauan manusia, Elan yang sama, Di sana lah kau beranjak pergi: Aataukah mengangkasa. Tergantung dirimu sendiri belaka Bara menyala, Tugas kewajiban terlaksana Tanpa orang bilang : akhirnya. Ditemukannya kembali Apa ? Keabadian. Adalah pasang surut lautan Bersama matahari.

(Arthur Rimbaud: L’Eternité - Keabadian)


Jumat, 05 November 2010

lamb

0 komentar



Pray of indonesia:
Tuhan kami berdoa bagi bangsa kami..
Berikanlah hati yang takut akan Engkau..
Agar setiap dari kami berbalik dari arah yg jahat..
Kami tidak ingin melihat bangsa kami hancur..
Tetapi kami ingin melihat bangsa kami menjadi bangsa yang kuat dan berdiri teguh dalam iman kami kepada Mu..
Semoga setiap doa  bisa menyadarkan orang" yang belum sadar akan perbuatannya
dan cepat kembali ke jalanMU..

Ini doa kami untuk bangsa kami, bangsa Indonesia..AMIN..

_________________




Kamis, 04 November 2010

- block house -

0 komentar








l o a d i n g ...

Rabu, 03 November 2010

- Nadi terdetak di kota kudus -

0 komentar
- testifies breath -

malino

gelora hunuskan setiapkan akal
matikan setiap lampu raung yang telah kalut
saatnya berdiri dalam binar halal
tak perlu merekah kala hanyut

kencangkan semua hati yang mengikatmu
hari memiliki ribuan detik di setiap semantik
tapi tetap kali ini kilaumu terlalu abadi menyanjung
kubuat semua terasa indah dalam ikatan hentak

pecahkan semua perasaan domba di dalam hati
takkan terbelah.. karena semua akan mengalah
aku yakin semua kedipan ada arti
ayo tarik nafassssssssmuuu dan sudahhhh :)

...........

 tarik nafas.....  :)



















y .|. y