.

Kamis, 11 Februari 2010

. . . "kampung seni dan budaya kota Bandung" . . .





 "..sebuah mimpi bagi kami yang menginginkan ruang untuk berkarya., tolong kami pemerintah!.."
- Pasar seni dan budaya kota Bandung -





(REVIEW Final Project TA semester ganjil 2008 - 2009)

KAMPUNG SENI DAN BUDAYA KOTA BANDUNG
 .....................................................................................................

LATAR BELAKANG.
Misi Proyek “Kampung Seni dan Budaya Kota Bandung” ini antara lain adalah untuk :
• Mendukung visi kota Bandung sebagai kota Seni Budaya dan Kota Tujuan Wisata Tahun 2013.
• Mengangkat kembali sapta pesona seni dan budaya provinsi Jawa Barat, dan untuk kota Bandung khususnya.
• Sebagai wadah/ruang berkumpul untuk menguatkan tali silahturahmi para seniman dan budayawan, terlebih bagi LS(Lingkup Seni) dan KB(Komunitas Budaya) yang terus berkembang di kota Bandung.
• Menyediakan sarana apresiatif untuk aktifitas-aktifitas seni dan budaya masyarakat kota Bandung.
• Mengembangkan sarana & prasarana perkotaan dalam mendukung pengembangan pariwisata kota Bandung.
• Mengembangkan produk kreatif masyarakat & dunia usaha sebagai basis pengembangan daya tarik pariwisata kota Bandung.
• Menciptakan daya saing kota Bandung, sebagai destinasi pariwisata perkotaan pada tingkat nasional dan internasional.
• Mendorong antusiasme masyarakat dalam mengenal dan memahami budaya asli Sunda, dalam melestarikan keberagaman kebudayaan Bangsa Indonesia.
• Sebagai salah satu langkah untuk menjaga kebudayaan Bangsa Indonesia.
• Menghasilkan karya-karya seni dan budaya dari dalam negeri, sebagai pembuktian dari citra diri Bangsa Indonesia di mata dunia internasional.
• Sebagai salah satu upaya dalam pelestarian, pemberdayaan, pengembangan, dan pemanfaatan seni dan budaya dari keberagaman kebudayaan Bangsa Indonesia.

THEME.
Tema yang diajukan pada perancangan Studio Tugas Akhir ini adalah :
“Preservation District With Cultural Open Space”
Dilihat dari kata per kata dan keseluruhannya adalah sebagai berikut :

PRESERVATION : pelestarian atau upaya mempertahankan warisan arsitektur suatu kawasan kota dengan tujuan agar warisan sejarah arsitektur tidak musnah oleh karena pembangunan baru

DISTRICT : salah satu elemen dasar pembentuk fisik kota, dimana kota memiliki kawasan dengan bagian-bagian integrasi dari berbagai kegiatan fungsionil yang ada

CULTURAL : segala sesuatu yang berasal dari kemampuan manusia dalam mengarahkan akal dalam aspek-aspek kehidupan berdasarkan budaya yang dipercaya

OPEN SPACE : ruang terbuka yang berada diantara bangunan yang mewadahi berbagai aktivitas sosial, politik, dan ekonomi kota. Ruang terbuka memberi makna pada visual dan kepribadian kota

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Preservation District With Cultural Open Space adalah pemanfaatan lahan terbuka sesuai dengan peruntukkannya, dimana pengolahan fungsi-fungsi dan kegiatan didalamnya menjadi sebuah langkah untuk mengangkat isu pelestarian kawasan budaya dalam mengangkat citra kota.
Latar belakang dipilihnya tema ini adalah berdasarkan isu pelestarian seni dan budaya propinsi Jawa Barat, khususnya di linkup kota Bandung. Dimana, kondisi lingkup seni dan komunitas budaya yang ada di kota Bandung mengalami penurunan yang cukup drastis dari tahun 2004. Keberadaan lingkup seni adalah sebagai lembaga/organisasi seni yang menyelenggarakan pemberdayaan potensi seni dan budaya di dalam masyarakat (komunitas/organisasi seniman). Dari tahun 2003 dinas pariwisata kota Bandung sudah mencoba mendata LS (linkup seni) dan KB (komunitas budaya) yang ada di kota Bandung. Rencana strategis Kota Bandung Tahun 2004 – 2008, mengamanatkan bahwa dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan yang berbudaya, upaya yang terus dilakukan adalah pembinaan terhadap seniman dan budayawan baik yang memerlukan fasilitasi dari pemerintah maupun yang mandiri .
Wacana di atas menuntut harus adanya langkah-langkah tepat dalam mengantisipasi isu yang terus berkembang. Untuk menanggapi hal ini, di butuhkan fasilitas, sarana dan prasarana yang cukup dalam meawadahi ruang-ruang yang apresiatif dalam mengangkat seni dan budaya asli kota Bandung. Preservation District mewakili pendekatan dalam melestarikan satu kawasan dengan pola yang terintegrasi dan berkarakteristik citra kota Bandung yang bermartabat dan berkelanjutan. Dalam arti lain, dibutuhkan suatu ruang dengan nafas baru yang mampu mengangkat para pelaku-pelaku seni untuk terus berkarya. Cultural Open Space adalah aplikasi dari aktifitas-aktifitas yang akan terjalin sesuai fungsi yang ada di dalamnya. Dalam perwujudannya sendiri, kulturasi dimliki oleh komponen-komponen seni, proses penciptaan (pengenalan) budaya, dan kegiatan-kegiatan sosial yang saling bertautan. Lahan-lahan terbuka dan faktor lingkungan akan menjadi pengolahan yang bertema dan menjaga proses perencanaan ekosistem dari keseimbangan bangunan dan lingkungan binaan.


PROJECT SCENERY.

Karakeristik Kampung Seni dan Budaya Kota Bandung ini adalah pengolahan kawasan yang menyesuaikan diri dengan kondisi alam (site), tipikal bangunan akan terbuka dan berbentuk low-rise. Aspek desain mencoba memperhitungkan kondisi RTH (area hijau) sebagai acuan. Pola pengaturan fungsi ruang akan saling berkaitan dengan pola aktifitas sebagai sarana apresiasi. Karakter kampung akan terlihat sebagai komponen penguat pada inti site. Dan komponen-komponen penunjang akan terbagi-bagi sesuai fungsi dengan alur kegiatan seni dan budaya yang akan tampilkan.

Aspek seni dan budaya (Edukatif) dan aspek apresiasi (Pagelaran) menjadi konsep dasar untuk mencapai sasaran proyek dalam mencapai kebutuhan kegiatan seniman dan budayawan di dalam site. Keterlibatan masyarakat sekitar menjadi alasan kuat dalam mengangkat potensi apa yang dimiliki di daerah sekitar site. Dengan komponen-komponen ini akan menunjukkan bagaimana kemampuan masyarakat sekitar dalam bertahan hidup (petani,buruh,dll), pola bangunan dan keberagaman sosial yang ada, serta karakteristik lokalitas seperti apa yang dimiliki masyarakat sekitar dalam menjalankan aktifitasnya. Hal ini akan menjadi faktor-faktor pendukung untuk mengangkat karakteristik kampung seni dan budaya itu sendiri nantinya.

OUTPUT PROJECT.
Sebagai tempat kegiatan seni dan budaya, Kampung Seni dan Budaya Kota Bandung akan banyak mengadopsi ruang-ruang pagelaran untuk kegiatan event dan beberapa fasilitas pendukung. Kegiatan seni dan budaya mewakili kegiatan para seniman dan budayawan dalam mengekspresikan proses penciptaan karya. Sesuai kegiatan kesenian, lingkupnya meliputi : kesenian, seniman, organisasi kesenian, masyarakat seni, karya seni, peralatan kesenian, dan gedung kesenian. Semua lingkup ini akan terbagi-bagi lagi dalam sub aktifitas dalam setiap sarana apresiasinya dan di koordinasikan dalam wujud kampung seni dan budaya. Adapun aktifitas yang terjadi pada Kampung Seni dan Budaya Kota Bandung ini, baik itu indoor maupun outdoor adalah sebagai berikut :

- Visitor Information Office, pusat informasi seni dan budaya kota Bandung

- Open Park area,taman terbuka untuk kunjungan studi tur/ruang apresiasi outdoor.

- Reflection Gallery (exhibition)
, tempat memamerkan seni dan budaya kota Bandung dalam ruang tertutup berupa diorama/perjalanan sejarah.

- Artist Village, wilayah hunian para seniman dan tempat menghasilkan karya seni. Dengan pembagian ruang, baik itu indoor di ruangan yang memiliki tingkat privasi tinggi dengan tujuan konsentrasi, maupun outdoor dengan tujuan bersantai dan terbuka dengan alam.

- Performing Art and Cultural Center, tempat kegiatan apresiasi seni dan budaya di dalam ruangan, ruang seminar/bedah budaya, ruang-ruang diskusi terbuka.

- Art Souvenir Business, tempat penjualan karya-karya seni dan budaya dengan konsep tradtional market dimana pengunjung masih bisa menikmati proses tawar menawar di dalamnya.


PRODUCT.
Kampung Seni dan Budaya Kota Bandung merupakan sarana untuk umum dengan sasaran pengguna Wisatawan dalam dan luar negeri, Pelajar, Mahasiswa dan Masyarakat Umum. Lokasi site yang berada di ketinggian +/- 750 dpl menjadikan kawasan site ini sangat menarik untuk diolah secara strategis, pengolahan ruang yang bersinergi dengan yang area cukup luas, program ruang yang cukup, sifat bangunan permanen, serta terdapat fasilitas-fasilitas tertentu. Fasilitas-fasilitas tersebut antara lain :
a. FASILITAS UTAMA
• Performing Art and Cultural Center
- Ruang serbaguna (multifunction)
- Workshop (indoor/outdoor)
- Lobby (plaza utama)
- Ruang informasi dan tiket
- Ruang kantor administrasi
- Temporal gallery
- Ruang kelas latihan tari
- Ruang ganti
- Theater (ruang bedah budaya/seminar/ruang diskusi)
- Main theatre
- Ruang elektrikal
- Back of house
- Sound equipment
- Serving area
- Dinning area
- Coffe shop
- Ruang servis (dapur,janitor)
- Toilet
• Artist Village
- Area terbuka untuk para seniman dan budayawan dalam wujud kampung
(common space)
- Rumah-rumah seniman
o Studio seni (kecil)
o Gudang (storage)
o Teras (balcony)
o Ruang tamu
o Ruang tidur
o Ruang kamar mandi
o Ruang dapur
o Teras belakang
- Mini theatre
• Open Park area
- Public space
- Parking area
- Main gate
- Main amphithater (outdoor)
- Street furniture
b. FASILITAS PENDUKUNG

• Art Souvenir Business
- Convention shop
- Public area
- Library
- cafe
- Toko buku
- Warung internet
- Hotspot area
- Mini Theater
• Reflection Gallery (exhibition)
- Ruang pamer
- Lobby
- Toilet
c. FASILITAS PENGELOLA

• Visitor Information Office
- Pusat pelayanan informasi
- Ruang pengolahan dan perawatan pustaka
- Ruang photocopy, print, dan scan
- Mesjid (mosque)
- Toilet
- Gudang
- Ruang Utilitas
- Area servis
- Area parkir

giraffesays.
 "..mudah - mudahan kita terus peduli dengan perkembangan ruang apresiasi untuk regenerasi seni dan budaya kota Bandung, potensi dan ruang publik kota sangatlah dibutuhkan demi identitas kota yang berkelanjutan.... semakin peka...semakin menyadari permasalahan yang ada....,semakin kita sadar kita adalah mahluk berbudaya!

LOCATION.

Nama Proyek            : Kampung Seni dan Budaya Kota Bandung
Lokasi                         : Jl. Nagrog, Bandung
Skala Proyek           : Bandung pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.
Jenis Bangunan       : Low-rise
Luas Tapak                : + 36.000 m2
Batas Tapak          : Utara        Sawah/area hijau                                                                                 Timur        Jalan dan pemukiman
                                     Selatan    Sawah/area hijau
                                     Barat        Pemukiman, TPU Nagrog
KDB/ BCR                   : 60 %
KLB/ FAR                    : 1,2
Tinggi bang. max.     : 12 m
Pengguna                  : Wisatawan dalam dan luar negeri, Pelajar, Mahasiswa      dan Masyarakat Umum
 
  
  
  

 ANALYSIS and CONCEPT.












 


  

 


 


  ARTIST IMPRESSION.


    



   

 


 

  

  

  

  

 

MODELING.

  

  

  

  

  

  

  
 



Merancang sebuah kawasan terpadu dengan konteks pengadaan sarana kebutuhan apresiasi masyarakat untuk ruang seni dan budaya di kota Bandung, bisa dikatakan rumit. Karena setelah di telaah dan di pahami lebih detail lagi. Ternyata masalah yang di hadapi oleh kota Bandung cukup besar. Dimana kondisi para seniman dan budayawan kota Bandung sangatlah ironis, mereka berdiri secara swadaya dan bertahan hidup dengan cara masing-masing.

Faktanya, kinerja dari pemerintahan kota Bandung sendiri sudah berjuang keras dalam mengakomodir kebutuhan para seniman dan budayawan ini. Tetapi, terhalang lagi dengan komunikasi dan tenaga yang membantu dalam mengakomodir semua aktifitas seni dan budaya.  Banyak praktisi seni dan budaya mengalami kondisi pasang surut, karena tidak mampu berkarya karena kurangnya apresiasi dari masyarakat kota Bandung. Kekinian dan modernisasi membawa dampak yang besar hampir di seluruh lapisan masyarakat. Sehingga pada akhirnya, langgam budaya asli sunda terus mengalami keterpurukkan dan berlahan-lahan hilang. 

Tidak ada regenerasi, tidak ada biaya, tidak ada ruang untuk berekspresi, adalah beberapa alasan yang muncul saat berdiskusi dengan para seniman-seniman ini. seni dan budaya murni mulai luput dalam perhatian kita, proses pembelajaran dan transfer pengetahuan tentang budaya mulai hilang dan pasif. Oleh karena itu, perancang mengunakan proses pendekatan deduktif dari pencarian data hingga pengolahan data agar menjadi output yang diinginkan.


 salam budaya! :D
- o -


1 komentar:

chonie mengatakan...

Hi Gel... ini Chonie... apa projectnya sudah jadi atau masih dalam pembangunan... jadi pingin kesana soalnya...