.

Senin, 01 Maret 2010

a b s t r a c t .




Abstrak

Keberagaman seni dan budaya Bangsa Indonesia merupakan salah satu kekayaan lokal yang masih kita dimiliki hingga saat ini. Dengan berbagai perbedaan yang kita miliki, ternyata mampu hadir sebagai daya tarik tersendiri dalam sebuah ruang apresiasi seni dan budaya di mata mancanegara terlebih dalam ranah lokalitas kita sendiri. Tantangan abad ini untuk mempertahankan filosofi kebudayaan dan perkembangan seni dan budaya bisa dikatakan melewati proses yang sangat dramatis. Saat kekinian terus datang dan modernisasi terus menekan, pergaulan dan kehidupan sosial masyarakat kita dihadapkan dengan pola hidup yang baru dan melupakan pola budaya, pranata sosial, serta kesadaran dalam menghargai seni dan budaya lokal yang kita miliki.

Disisi lain, kualitas seni dan budaya Bangsa Indonesia adalah saksi dari sejarah yang kita miliki dengan nilai kebudayaan yang tak terbatas. Bagi penikmat seni dari dalam negeri ataupun mancanegara, karakteristik seni yang kita miliki sangatlah berharga dalam kemajuan kekayaan lokalitas budaya dan keberlangsungan pariwisata bangsa ini.

Kota Bandung adalah salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki potensi dalam pengembangan lingkup seni dan komunitas budaya sunda. Kota Bandung yang merupakan Ibukota dari propinsi Jawa Barat ini memiliki perpaduan dan akulturasi budaya sunda yang cukup kental. Jadi, tidak heran bila banyak industri parawisata di Kota Bandung berlomba-lomba mengangkat potensi seni dan budaya sebagai citra dalam identitas kota Bandung yang sebenarnya.

Kampung seni dan budaya kota Bandung merupakan sarana apresiasi seni dan budaya yang memperkenalkan karakteristik tradisional sunda dalam media yang apresiatif dan rekreatif. Dimana, “Konsep kampung” diangkat sebagai latar belakang proses desain untuk mengangkat kembali kehidupan yang berlangsung dalam tatanan masyarakat tanah sunda secara khusus.

Memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari pengenalan seni dan budaya sunda adalah bagian dari keseimbangan budaya yang diterapkan dalam konsep pengolahan ruang (zoning) di dalam site. Pengolahan material Bambu dimanfaatkan untuk menghargai kesederhanaan material alam yang tersedia. Menjadi keunikan tersendiri dalam mengekslplorasi fungsi-fungsi struktur dan detail pada bangunan dengan menggunakan material Bambu. Bentuk bangunan yang terbentukpun akhirnya mengikuti karakteristik bambu yang lentur dan getas.

Suasana ruang dan konsep pedesaan menjadi landasan dalam sikap-sikap desain interior dan pengolahan lanskap di dalam site. Pemilihan material alam yang sesuai, coba dipadukan dalam perkembangan teknologi struktur yang lugas.

Harapan seorang perancang adalah untuk mengingatkan kembali bagaimana proses penciptaan seni dan budaya sunda agar terus lahir dalam keberagaman budaya yang sudah ada. Keberlangsungan seni dan budaya sunda sendiri haruslah terus mengalami regenerasi dalam lingkup wilayah lokal itu sendiri. Dengan tersedianya sarana atau fasilitas apresiasi seni dan budaya sunda yang tepat, diharapkan mampu menjadi salah satu langkah dalam menjaga seni dan budaya bangsa Indonesia secara global.

Kota Bandung memiliki identitas kota yang penuh sapta pesona karya dan kriya sebagai kota yang bermartabat. Peran lingkup seni dan komunitas budaya sunda yang ada di kota Bandung harus terus dikembangkan untuk berkarya dan menciptakan regenerasi yang berkembang. Oleh karena itu, baiklah kita selaku perancang ataupun penikmat seni diharapkan mampu menciptakan suasana ruang yang menerapkan konsep-konsep dasar sunda dalam pola desain, konsep desain dan karya desain yang sesuai; tidak mengurang-ngurangi ataupun tidak melebih-lebihkan dasar pemikiran tanah sunda yang sudah ada.


Salam budaya!

0 komentar: