.

Minggu, 26 September 2010

- KAMPUNG DANAKUSUMAN dan taman untuk si buah hati :P -




-ego-

.........................................................

kawasan konservasi program KAMPUNG DANAKUSUMAN sebagai pemberdayaan bantaran kali sebagai mediasi ruang publik untuk anak-anak kecil...

*sekilas saat kami bertandang ke daerah perkampungan danakusuman ini terlihat biasa saja,  aktifitas yg lumrah di hari minggu.. ibu2 dan bapak2x di depan rumahnya membersihkan beberapa pekarangan yg mereka miliki.

tanpa sejauh batas mata.. kami mengitari setiap gang demi gang... terdengar cerita dari teman jika kampung ini memiliki satu "taman" secara masterplan dengan program unggul di bantaran kali wingko. wew! dengan rasa penasaran apa yang ada disana????
sampailah kami.. di bantaran kali yang panjang di bantaran kali,... ada keunikan2x di bantaran kali ini seperti :

01.pengolahan sampah organik
02.taman sepakbola untuk anak
03.MCK umun dan taman toga
04.sanggar teater "ruang"
05.MCK umum dan taman setaman
06.lapangan panahan
07.MCK umum dan angkat besi untuk anak
08.lapangan basket dan footsal
09."BALE" perdikan anak negeri
10.kebun buah dan taman langka
11.kebun toga
12,taman volley
13.kebun buah

...semua tertata rapi dan terencana'ternyata ini sebuah masterplan yg di rancang salah satu penduduk kampung danakusuman dan di ajukan ke pemerintah dan diperjuangkan atas nama kampung itu sendiri. proses mungkin 3 tahun lebih... dan pada bulan februari 2010.. program ini di wujudkan dan dibangun oleh masyarakat dgn bergotong royong! luar biasa mungkin... taman kecil yang panjang diinvestasikan warga kampung untuk anak2x mereka. sebagai ruang sosial dan nafas kehidupan mereka di kampungnya :) (sembari duduk diayunan kepala saya berpikir... bgaimana ini bisa terealisasi..atas  hati, kebersamaan kampung atau kekuatan apa?yg bisa mewujudkan semangat ini'...fiuhkkk..)

-..terlihat bapak2x membawa 2 cucunya hanya sekedar untuk bermain di taman kecil di pinggir kali, suara air sisa limbah kota, kerindangan suhu yang sejuk di tengah kota, berbatasn dgn kampung, semua hijau sungguh benar2x menjadi pemandangan yg sulit didapatkan ditengah kota... mereka merasa aman dari apapun, mereka memiliki taman di hati nya :)

ini sebuah program.. yang patutnya bisa bernafas di semua kota di Indonesia... sebuah langkah menghadapi kondisi slum yg terus menerus bertambah. apa yang bisa kita lakukan lebih dari ini semua? :(

-sekilas salah satu petikan cerita dari "KAMPUNG DANAKUSUMAN"-

Kota Solo sebagai kota budaya dan pariwisata ternyata juga sebagai kota penemu teknologi tepat guna sederhana yaitu mesin pengolah limbah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk keperluan rumah tangga. Di tangan Pak Petrus inilah sampah rumah tangga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk keperluan rumah tangga. Bahan bakar yang disebut minyak sampah ini dibuat dari sampah organik dengan proses fermentasi dan penyulingan.

Mari sehat dengan kundalini reiki ajak Anda berkunjung ke Kampung Danukusuman Kecamatan Serengan Solo. Kamis pagi minggu lalu Pak Petrus bersama sejumlah tetangga sedang berkarya mengubah sampah yang dianggap barang tidak berguna dan sering menimbulkan masalah lingkungan hidup karena begitu kotor dan kumuh, menjadi bahan baku yang bermanfaat untuk memasak. Salah satu bahan baku untuk membuat menjadi berguna adalah sampah rumah tangga yang berasal dari sampah organik dan non organik.

Awalnya sampah ini dipilah-pilah antara organik dan non organik. Sampah organik sebagaimana kita ketahui bersama adalah sampah hasil pembuangan sampah rumah tangga, pasar, warung atau restauran dan perkebunan berupa sisa sayur, buah busuk karena gagal panen atau nasi basi karena tidak laku terjual dan oleh pemilik warung lalu sisa dagangan ini dibuang ke tong sampah. Daripada barang habis pakai dan dianggap tidak berguna maka sampah ini ternyata masih mempunyai nilai plus bila diolah dengan benar.

Sampah organik hasil limbah rumah tangga.

Selain menimbulkan bau tidak sedap dan menimbulkan penyakit maka sampah organik ini dikumpulkan oleh pemulung lalu ditimbun menjadi satu dalam tong penyimpanan sementara. Setelah sampah organik ini terkumpul selanjutnya dihancurkan dengan cara digiling. Sampah yang telah lumat halus itu lalu diperas. Cara pemerasan menggunakan alat khusus. Hasil dari pemerasan bubur sampah berupa air berwarna kuning cerah.

Selanjutnya air perasan sampah organik ini digunakan sebagai bahan pembuatan minyak sampah, sementara ampas sampah perasaan dimanfaatkan untuk makanan ternak. Pembuatan minyak sampah lalu dilanjutkan ke segmen fermentasi dari hasil air perasan  sari sampah. Dengan mencampurkan bahan-bahan seperti ragi dan urea ke dalam sari sampah tersebut, selanjutnya didiamkan selama 1 minggu.

Memilah sampah menjadi sampah organik dan non organik di tempat penampungan sampah sementara sebelum dibawa ke Kampung Danukusuman Solo.

Waktu 1 minggu berlalu barulah dilakukan penyulingan dengan menggunakan tabung khusus yang sudah dipersiapkan. Air hasil penyulingan inilah yang disebut dengan minyak sampah. Begitu minyak sampah hasil penyulingan terkumpul dalam ember plastik barulah dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga seperti memasak dengan kompor layaknya menggunakan bahan bakar minyak tanah.

INFO.

 





 27september2010


0 komentar: