.

Sabtu, 09 Oktober 2010

ubud


- siang di damai -





































 .....................................................

untuk setiap benih yang kubuang
menjawab apa yang harus terjadi
tiap tirisan apa yang ku matikan ternyata angan
aq tidak tahu harus berpikir apalagi

aku tidak kuat... dan karen aku sediiiiiiiiiiih
beban ini semakin berat tanpa apapun
rasa tulus dan detak kecil
membutakan semua yang kumiliki

aq tak tahan aq ingin pecah
dan semua tercacah dalam tunduk
oh tuhan aq tak bisa berjalan\ya ilahi aku tak bisa
melihat keatas lagi
aku semakin sunyi

aku hanya diam
aku hanya minta satu
aku selalu berharap semua akan berhasil
aku tertunduk dan terus menunduk di kalibri ini
tanpa tahu aku aku harus terus di tinggalkan
semua pergi dan akan membuat semua kembali sepi

repetisi yang sama dan seakan tidak pernah selesai
sampai aku mati... hamba berdosaaaaa
tanpa api dan dan hati
karmamu selalu melekat disini

aq menangis penuh koma,Tuhan yesus...



 fin.


0 komentar: