.

Sabtu, 29 Januari 2011

" GREBEK SUDIRO "


 ... BEFORE ...
 
 

Cihuy!...Grebeg Sudiro adalah event di Kampung Sudiroprajan, di mana Pasar Gede sebagai salah satu simbol heritage kota Solo berada. Akan tetapi event ini bisa dikatakan merupakan event kota Solo yang memang diadakan pada tiap tahunnya.

-- 'Seorang tokoh masyarakat Kampung Sudiroprajan, Sri Harjo, mengatakan, Bok Teko telah menjadi ikon kampung itu. Masyarakat kampung itu, katanya, sejak relatif lama mewujudkan pembauran antara warga pribumi, Jawa, dengan keturunan Tionghoa. “Ada mitos bahwa di Kampung Mijen, Kelurahan Sudiroprajan, tutup teko pemberian Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Pakoe Buwono X, jatuh di jembatan sungai kecil yang melintas kawasan tersebut. Tetapi saat dicari tidak ditemukan. Selanjutnya jembatan itu dinamakan Bok Teko. Hingga saat ini masih ada beberapa warga yang sering berdoa di tempat itu,” katanya. (MI)  --

Tidak mengherankan jika dalam acara ini menyajikan kebudayaan dengan latar belakang yang beragam karena mengingat kampung Balong yang merupakan salah satu kampung pecinan di Surakarta, dan juga Pasar Gede yang merupakan salah satu simbol keberadaan kerajaan Surakarta Hadiningrat. Senada dengan tema yang diusung dalam acara tersebut, “Kebhinekaan dalam Kebersamaan”

Pada acara Grebeg Sudiro ini beragam acara yang digelar selama kurang lebih satu minggu yang puncak acaranya pada hari Minggu, 7 Februari 2010 dengan mengarak gunungan 4000 kue keranjang, barongsai, liong, reog, kesenian lima gunung, pawang geni, kirab lampion. Dan tentunya iringan Sepeda Lawas Solo sebagai “cucuk lampah”. Acara kirab sendiri diawali dengan berkumpul pada pukul 14.00 di sepanjang Jalan Kapten Mulyadi, bendera start dikibarkan Wakil Walikota Surakarta di depan Pasar Gede. Selanjutnya iringan kirab menyusuri jl. Sudirman – jl. Mayor Sunaryo – jl. kapten Mulyadi – jl. R.E. Martadinata – jl. Cut Nyak Dien – jl. Ir. Juanda – jl. Urip Sumoharjo –

sumber:
http://princeanbu.blog.uns.ac.id/2010/05/04/event-kota-solo-2010/

.....


Senja menyapa ketika warga solo dan sekitarnya berkumpul di perempatan jam Pasar Gede menggelar Grebeg Sudiro dalam rangka menyambut Tahun Baru Cina atau Imlek, Minggu (7/2). Ritual diawali dengan gunungan ribuan kue keranjang yang diarak dan diiringi 1200 orang yang tergabung dalam 30 kelompok kesenian dari kampung Sudiroprajan menuju Klenteng Pasar Gede Solo.

-- Kirab gunungan kue keranjang diiringi dengan aksi kesenian baik dari budaya Cina seperti liong dan barongsai hingga kesenian budaya Jawa seperti reog Ponorogo dan tarian-tarian tradisonal. Rombongan disambut ribuan warga yang telah berkumpul di Pasar Gede Solo. --
Ribuan warga dari anak-anak hingga dewasa merangsek dan saling dorong. Warga begitu antusias menyaksikan perpaduan kesenian Jawa dan Cina. Puncak acara diakhiri rebutan kue keranjang oleh warga. Dari anak kecil hingga dewasa berebut gunungan kue keranjang. Rebutan kue keranjang memiliki makna tersendiri yakni manusia harus bekerja keras untuk mendapatkan kesuksesan. Acara ini diakiri dengan menyalakan lampion Bok Teko yang sudah disiapkan di lokasi.


Grebeg Sudiro merupakan gambaran masyarakat pluralis serta kerukunan umat beragama dan etnis di Kota Solo khususnya di daerah Sudiroprajan. Tak heran jika acara ini diselenggarakan jelang Imlek. Mengingat pada masa lalu Sudiroprajan adalah pembauran warga Tionghua dan Jawa.

Tradisi ini telah agenda tahunan yang selalu diselenggarakan warga Desa Sudiroprajan sejak tiga tahun terakhir. Tidak hanya digelar oleh masyarakat Tionghua tapi juga masyarakat umum khususnya warga Sudiroprajan. Kegiatan sebagai potret pembauran warga etnis Jawa dan Tionghoa.


liat foto detail festival.
http://archive.kaskus.us/thread/3336517

EUREKAAAAaaaaa! ;D
ini beberapa oleh2 foto2nya ;)) 

... AFTER ...
 
 
 


 
  













 ..30 Januari 2010,surakarta.. 

0 komentar: